Selasa, 17 Januari 2012

Kenampakan Alam dan Sosial Budaya


Posted by on Oktober 26, 2011
Kompetensi Dasar
Mengenal kenampakan alam dan hubungannya dengan keragaman sosial budaya
Indikator
mendeskripsikan kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.
menjelaskan hubungan kenampakan alam dengan keragaman sosial budaya


A. Kenampakan Alam
1. Wilayah Daratan
Amatilah lingkungan tempat tinggalmu! Termasuk pada daerah yang datar, rendah, atau
tinggi? Setelah kita amati lingkungan tempat tinggal kita tentunya tidaklah sama. Permukaan
bumi kita terdiri atas wilayah daratan dan perairan. Wilayah daratan meliputi gunung,
pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Wilayah perairan meliputi laut,
sungai, dan danau.
Bentangan alam berupa daratan dan perairan disebut kenampakan alam.
Negara Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan. Jumlah pulau di negara kita
sekitar 18.810. Pulau merupakan suatu wilayah daratan yang luas. Satu pulau dengan pulau
yang lain dihubungkan dengan laut ataupun selat.
a. Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra dihubungkan Selat Sunda.
b. Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi dihubungkan Selat Makasar.
c. Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan dihubungkan Selat Karimata.
d. Pulau Jawa dan Pulau Bali dihubungkan Selat Bali.
Jenis-jenis bentuk daratan di Indonesia, antara lain.
a. Dataran rendah
Dataran rendah adalah wilayah yang memiliki ketinggian 0–200 m di atas permukaan
laut. Dataran rendah merupakan wilayah yang paling diminati oleh manusia. Hal ini dikarenakan
wilayahnya yang mudah dijangkau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan manusia untuk
kegiatan pertanian, perumahan dan sebagainya.
b. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang memiliki ketinggian lebih dari 200 m di atas
permukaan laut. Dataran tinggi biasanya memiliki udara yang sejuk. Pada wilayah dataran
tinggi juga banyak dilakukan aktivitas pertanian. Pertanian yang ditanam berupa teh, kopi,
sayur-sayuran dan buah-buahan.
c. Gunung
Gunung adalah daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Gunung terdiri atas
gunung mati dan berapi. Gunung yang ada di Indonesia sangat bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Hal ini dikarenakan pada wilayah sekitar gunung api merupakan wilayah yang subur
Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dari gunung berapi, yaitu
1) Menghasilkan barang tambang.
2) Sebagai objek pariwisata.
3) Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian,
4) dan lain-lain.
d. Pegunungan
Pegunungan adalah daerah berbukit-bukit yang memanjang. Pegunungan mempunyai
ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan laut. Wilayah pegunungan yang ada di
Indonesia cukup banyak. Umumnya wilayah pegunungan digunakan untuk tempat rekreasi.
Hal ini karena pegunungan memiliki udara yang sejuk. Di samping itu juga banyak dilakukan
kegiatan pertanian dan perkebunan.
e. Dataran pantai
Dataran pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Indonesia merupakan negara
kepulauan. Hal ini menyebabkan Indonesia banyak memiliki pantai.
Pantai yang ada di Indonesia dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Adapun wisata yang
datang berasal dari dalam maupun luar negeri. Wilayah pantai dianggap sebagai wilayah
yang memiliki daya tarik. Pernahkah kalian ke pantai?
f. Tanjung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Tanjung yang ada di Indonesia jumlahnya
cukup banyak. Wilayah tanjung dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
2. Wilayah Perairan
Wilayah perairan Indonesia lebih luas dibandingkan daratan. Pulau-pulau yang ada di
Indonesia dikelilingi oleh perairan.
Jenis-jenis bentuk perairan di Indonesia, antara lain.
a. Laut
Pernahkah kalian pergi ke laut? Bagaimana perasaan kalian? Laut adalah perairan
yang sangat luas dan dalam. Air laut terasa asin karena mengandung garam. Laut yang ada
di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu laut dangkal dan dalam. Laut dapat menghasilkan
ikan, rumput laut, dan sebagainya.
Laut yang ada di Indonesia memiliki daya tarik.
Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wisatawan yang
datang ke laut.
Bagian-bagian dari laut adalah sebagai berikut.
1) Selat
Selat adalah laut sempit yang terletak di antara dua pulau. Indonesia banyak memiliki
selat. Selat-selat tersebut menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya.
2) Teluk
Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan. Pada umumnya teluk ini digemari oleh
wisatawan. Oleh wisatawan teluk menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.
b. Sungai
Sungai adalah air yang mengalir di daratan. Air sungai mengalir dari hulu menuju hilir.
Sumber air sungai berasal dari mata air, air hujan, dan campuran. Jenis sungai ada yang
besar serta panjang dan sempit serta pendek.
Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya untuk irigasi sawah,
pertanian, budidaya ikan dengan keramba, objek pariwisata, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga
Air) bahkan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan).
Sungai yang besar dan panjang dimanfaatkan untuk pelayaran, lalu lintas kapal dan
sebagainya. Sungai ini banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan. Sungai yang ada di
Pulau Jawa berupa sungai kecil dan pendek. Sungai di Jawa dimanfaatkan sebagai
pengairan lahan pertanian, dan pembangkit listrik.
c. Danau
Danau merupakan cekungan berisi air yang luas. Danau biasanya dikelilingi oleh dataran.
Danau ada dua, yaitu dibuat oleh manusia dan terbentuk oleh alam. Danau yang dibuat
manusia disebut danau buatan. Adapun danau yang terbentuk oleh alam disebut danau alami.
Danau memiliki ukuran yang besar dan kecil. Danau dapat dimanfaatkan untuk rekreasi,
pengairan, dan sebagainya. Apakah kalian pernah melihat danau? Apa yang membedakan
danau dengan sungai?
B.Sosial Budaya
Manusia merupakan makhluk sosial. Untuk itu, manusia selalu berhubungan dengan
sesama. Manusia harus mampu menyesuaikan diri (adaptasi) di lingkungannya. Khususnya
di lingkungan tempat tinggalnya.
Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam. Setiap budaya memiliki kekhasan.
Sebagai generasi penerus kalian harus melestarikan kebudayaan. Keragaman budaya yang
ada di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut.
Suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Nama bahasa diambil
dari nama suku bangsa tersebut. Misalnya, suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Suku
bangsa di Indonesia umumnya menggunakan dua bahasa. Bahasa yang digunakan adalah
bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia digunakan untuk mempermudah
komunikasi.
Adat istiadat masing-masing suku bangsa berbeda-beda. Adat istiadat setiap suku
bangsa dipertahankan. Adat istiadat tersebut berupa upacara pernikahan, kelahiran, kematian
dan sebagainya. Sebagai contoh pada masyarakat Bali terdapat upacara Ngaben. Ngaben
adalah acara pembakaran mayat di Bali bagi masyarakat beragama Hindu.
Pakaian daerah menggambarkan keanekaragaman budaya
Indonesia. Indonesia memiliki 33 provinsi. Pakaian adat tiap provinsi berbeda-beda. Selain itu, pakaian adat setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan. Pakaian adat umumnya digunakan pada upacara adat.
Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam.
Kesenian tersebut seni tari, seni musik, lagu-lagu daerah, dan lain-lain. Masing-masing provinsi memiliki keunikan ragam kesenian.
C. Peristiwa Alam dan Pengaruhnya Terhadap
Kehidupan Sosial
Peristiwa alam sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa alam ada yang
merugikan dan menguntungkan. Peristiwa alam atau yang telah dikenal dengan bencana
alam. Peristiwa alam yang terjadi memengaruhi kehidupan sosial. Peristiwa bukan hanya
berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Akan tetapi, peristiwa alam juga berpengaruh
terhadap lingkungan alam. Peristiwa-peristiwa alam yang berpengaruh terhadap kehidupan
sosial, antara lain
a. Banjir
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi pada musim hujan. Faktor penyebab banjir
karena alam dan ulah manusia. Banjir karena faktor alam berupa curah hujan yang tinggi.
Banjir karena faktor manusia berupa membuang sampah sembarangan, penebangan pohon,
dan sebagainya.
Peristiwa banjir berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Contohnya rumah-rumah
banyak terendam, menimbulkan penyakit, bahkan kadang menimbulkan korban jiwa. Selain
itu, aktivitas masyarakat akan lumpuh jika banjir tidak surut.
b. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi.
Gempa bumi sering terjadi di Indonesia. Kekuatan getaran gempa bumi diukur dengan skala Ritcher
Gempa bumi di bagi menjadi dua jenis, yaitu
1) Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena pergeseran lapisan permukaan bumi.
Gempa ini dapat terjadi di daratan dan laut.
2) Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi di sekitar gunung api yang akan meletus.
Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut.
Gempa bumi berkekuatan lemah biasanya tidak menimbulkan banyak kerugian. Lain
halnya dengan gempa bumi berkekuatan besar. Seringkali dapat menimbulkan kerugian.
Seperti kehilangan tempat tinggal, korban jiwa dan sebagainya.
Gempa yang terjadi di laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.
c. Gunung meletus
Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki gunung api. Gunung api di Indonesia
tersebar di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hanya Kalimantan
yang tidak memiliki gunung api.
Gunung api menimbulkan bahaya. Seperti awan panas, hujan abu, banjir lahar, dan
sebagainya. Selain itu, gunung api juga mendatangkan manfaat. Manfaatnya adalah tanah
menjadi subur. Kesuburan tanah tersebut digunakan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
d. Tanah longsor
Tanah longsor sering terjadi pada musim hujan. Akhir-akhir ini, wilayah-wilayah di Indonesia
sering mengalami tanah longsor. Faktor penyebabnya berupa penebangan hutan secara
liar. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi gundul. Tanah yang gundul pada saat hujan mudah
longsor. Adapun penyebabnya tanaman yang berfungsi sebagai penyerap air sudah tidak ada.
Tanah longsor yang terjadi dapat menimbulkan kerugian. Kerugian yang dirasakan
masyarakat berupa korban jiwa, harta benda, dan sebagainya. Tanah longsor banyak terjadi pada daerah yang berlereng.

Perkembangan Teknologi Transportasi


Ingatlah kembali perjalananmu sewaktu berangkat ke sekolah. Adakah di antara kamu yang naik sepeda? Ataukah kamu diantar naik sepeda motor atau mobil? Ya, itu berarti kamu telah menggunakan alat transportasi. Tahukah kamu arti transportasi? Transportasi adalah sarana perhubungan yang dapat membawa dan memudahkan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Dahulu kala sekitar 5.000 tahun Sebelum Masehi, manusia menggunakan hewan untuk mengangkut barang. Kemudian ketika ditemukan gerobak dan kapal, manusia mulai lebih mudah mengangkut barang ke tempat yang lebih jauh.
Seiring perkembangannya, pada akhir abad ke-18 para ilmuwan berhasil menciptakan kendaraan bermesin pertama. Penemuan ini menandai awal perubahan transportasi yang berlanjut sampai sekarang. Kini, untuk menempuh jarak yang jauh sekalipun bukan masalah. Teknologi transportasi yang berkembang telah membantu dalam memindahkan orang dan barang dengan waktu yang cepat dan mudah. Alat transportasi di Indonesia berdasarkan jenisnya, dibedakan menjadi sebagai berikut.
1. Transportasi Darat
Transportasi darat adalah sarana pengangkutan yang menghubungkan dua tempat yang berjauhan melalui darat. Pada masa lalu alat transportasi darat misalnya kuda, keledai, gajah, dan kerbau. Untuk masa sekarang alat transportasi darat dibagi menjadi dua. Ada transportasi yang tidak menggunakan tenaga mesin. Misalnya becak, pedati, dokar, bendi, dan sepeda. ada pula yang menggunakan tenaga mesin. Misalnya sepeda motor, bis, mobil, dan kereta. Transportasi darat harus didukung sarana yang baik. Sarana pendukungnya antara lain sebagai berikut.
a. Jalan merupakan sarana penghubung dari satu kota ke kota yang lain. Oleh karena jumlah kendaraan dan pengguna jalan semakin banyak, jalanan juga semakin macet. Akhirnya pemerintah membangun jalan tol dan jembatan layang di kotakota besar. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan.
b. Terminal merupakan tempat pemberhentian bis yang terdapat di kota-kota dati II.
c. Stasiun merupakan tempat pemberhentian kereta api. Pemerintah juga membangun prasarana seperti rel, palang pintu kereta api, dan lain-lain. Kereta api adalah angkutan darat paling murah yang banyak diminati masyarakat.
2. Transportasi Udara
Di Indonesia, sarana transportasi udara mengalami kemajuan pesat. Setiap ibu kota provinsi sudah memiliki bandar udara. Bahkan beberapa kota terpencil sudah ada yang memiliki bandar udara. Penerbangan sudah menjangkau daerah-daerah terpencil. Penerbangan ini disebut penerbangan perintis. Perhubungan udara sudah digunakan sejak ditemukannya balon gas. Pada waktu itu, balon gas hanya mampu mengangkut tiga sampai empat orang. Kelemahannya waktu tempuh perjalanannya lambat. Seiring perkembangan teknologi, manusia menciptakan alat transportasi modern yang lebih cepat. Releigh dan Wright bersaudara, seorang ahli dari Amerika mengawali kemajuan teknologi transportasi udara. Mereka berhasil membuat kapal terbang sederhana. Kemajuan ini diikuti para ahli yang lain. Kini masyarakat dapat memanfaatkan alat transportasi udara yang lebih cepat.
Transportasi udara meliputi angkutan udara sipil dan angkutan militer. Angkutan udara militer digunakan untuk kepentingan pertahanan negara, misalnya pesawat tempur. Adapun angkutan sipil digunakan untuk angkutan penumpang dan barang, misalnya mengangkut jamaah haji. Angkutan udara di negara kita dikelola oleh pemerintah yaitu PT Angkasa Pura,selain itu juga dikelola oleh pihak swasta.
3. Transportasi Laut
Alat transportasi laut pada masa lalu masih menggunakan rakit, perahu dayung, dan perahu layar. Seiring kemajuan teknologi, kini angkutan laut mampu menjangkau pulaupulau dan lautan yang luas. Alat transportasi laut sekarang berupa kapal, baik berukuran kecil maupun besar. Kapal laut menurut kegunaannya dapat dibedakan menjadi kapal khusus angkutan barang dan kapal angkutan penumpang.
a. Kapal Angkutan Penumpang
Contoh kapal angkutan penumpang adalah feri, yaitu kapal penyeberangan selat. Selain itu, speedboad dan kapal pesiar.
b. Kapal Angkutan Barang
Contohnya kapal kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang-barang kiriman atau dagangan, baik dalam negeri (antarpulau) dan ke luar negeri. Contoh lain adalah kapal tanker yaitu kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dan gas. Perusahaan yang mengelola transportasi laut, antara lain PT Pelni, PT Jakarta Lloyd, PT Gesuri Lloyd, dan lain-lain. Untuk mengangkut prasarana angkutan laut, pemerintah membangun dan memperbaiki pelabuhan-pelabuhan.
Sumber :
Saptiarso, Eko Setiawan, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 4 : untuk SD dan MI Kelas IV, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 191 – 195.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RPP IPS KELAS IV SD (Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan Kabupaten atau Kota dan Propinsi)




  • Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial

    Kelas/Semester : IV/1

    Pertemuan Ke- : 1 ( Satu )

    Alokasi Waktu : 2x 35 Menit
    Standar Kompetensi : Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan  Kabupaten atau Kota dan Propinsi.
    Kompetensi Dasar : Menunjukkan jenis dan persebaran Sumber Daya Alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat.

    Indikator : 1. Menyebutkan jenis-jenis Sumber Daya Alam di lingkungan setempat.

    2. Menyebutkan daerah penghasil dan manfaat

    jenis-jenis Sumber Daya Alam.

    3. Menganalisis hubungan antara keberadaan Sumber

    Daya Alam dengan keadaan ekonomi masyarakat

    disekitarnya.


    I. Tujuan Pembelajaran

    1. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis Sumber Daya Alam di lingkungan setempat.

    2. Siswa dapat menyebutkan daerah penghasil dan manfaat jenis-jenis Sumber Daya Alam.

    3. Siswa dapat mengetahui hubungan antara keberadaan Sumber Daya Alam

    dengan keadaan ekonomi masyarakat disekitarnya.


    II. Materi Pokok

    Sumber Daya Alam


    III. Metode Pembelajaran

    Cooperative Learning dengan Numbered Head Together



    IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

    v Kegiatan Awal

    · Salam pembuka

    · Do’a

    · Presensi

    · Apersepsi:

    · Guru mengenalkan kembali daerah sekitar tempat tinggal yaitu Kabupaten dan Propinsi.

    · Siswa menyebutkan kekayaan alam yang diketahuinya.

    · Guru menunjukkan contoh gambar kekayaan alam melalui presentasi powerpoint dengan layar LCD.


    v Kegiatan Inti

    · Guru memberikan gambaran materi yang akan dibahas.

    · Guru memberikan beberapa penjelasan tentang SDA (Macam, Jenis, Manfaat, Daerah persebaran & kaitannya dengan kegiatan ekonomi).

    · Siswa bermain tebak gambar melalui powerpoint (Macam-macam SDA) dan dijodohkan dengan tempat penghasilnya (Kabupaten Blitar).

    · Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa.

    · Setiap kelompok mempunyai nama yang berbeda dengan kelompok lain, misalnya : kelompok A, B, C, dan D.

    · Setiap siswa dalam kelompok tersebut mendapat nomor 1 sampai 4, demikian juga dengan kelompok lain.

    · Guru menyiapkan pertanyaan berdasarkan nomor siswa yaitu pertanyaan yang bernomor 1 sampai 4.

    · Siswa diberi pertanyaan oleh guru, siswa menjawab pertanyaan berdasarkan nomor yang ditunjuk guru.

    · Siswa yang lain memperhatikan dan boleh memberi tanggapan atas jawaban yang telah diajukan.

    · Demikian dilakukan seterusnya.

    · Guru memberikan tugas sebagai bahan diskusi untuk masing-masing kelompok.

    · Setiap siswa mengerjakannya dengan berdiskusi dengan teman satu kelompok.

    · Anggota kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan seluruh anggota kelompok bisa mengerjakannya.

    · Guru memanggil salah satu nomor siswa secara bergiliran.

    · Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan jawabannya melalui presentasi powerpoint (hasil diskusi kelompok mereka).



    v Kegiatan Akhir

    · Refleksi

    · Pemberian tugas rumah ( mencari di internet contoh-contoh jenis Sumber Daya Alam yang mulai punah beserta penyebabnya ) sebagai bahan pengayaan. Dan mengirimkan hasil kerjanya melalui e-mail kepada guru.

    · Do’a

    · Salam penutup

    V. Alat / Bahan / Sumber Belajar

    v Peta Kabupaten Blitar

    v Gambar-gambar Sumber Daya Alam di Kabupaten Blitar

    v Kartu-kartu pertanyaan

    VI. Penilaian

    v Penilaian proses ( format terlampir )

    v Penilaian hasil belajar ( format terlampir )

    v Penilaian hasil karya ( format terlampir )

    VII. Lampiran-Lampiran

    v Lampiran I Rangkuman Materi

    v Lampiran II Soal Tanya Jawab

    v Lampiran III Format Penilaian

    v Lampiran IV Saran dan Kritik
    SUMBER : SAHAKA.MUTIPLY.COM



  • Jumat, 09 Desember 2011

    RPP IPS KELAS IV SEMESTER 1 (Membaca Peta)




  • RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

    Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
    Kelas/Semester : IV/I
    Alokasi Waktu : 9 jam pelajaran @ 35 menit
    Pertemuan Minggu ke- 1 sampai 3 (3 minggu)


    I. Standar Kompetensi : 
    Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku
    bangsa di lingkungan kebupaten/kota dan provinsi
    II. Kompetensi Dasar :
    Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota provinsi)
    dengan menggunakan skala sederhana
    III. lndikator : 
    ● Membaca lambang/simbol dalam peta daerah tempat
    tinggalnya
    ● Menunjukkan tempat-tempat penting di kabupaten/kota
    daerahtempat tinggalnya pada peta seperti tempat
    bersejarah, pelabuhan laut/udara, dan lain-lain
    ● Menunjukkan daerah tempat tinggalnya (kabupaten/kota)
    ● Menunjukkan ibukota dan namanya di provinsi tempat
    tinggalnya
    ● Menggambar peta kabupaten/kota dan atau provinsi tempat
    tinggalnya dengan rnenggunakan skala sederhana


    IV. Materi Pokok
    Membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana

    V. Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1 - 3)
    Pertemuan 1
    1. Kegiatan awal
    Tanya jawab seputar peta dan simbolnya
    Siswa diajak menyanyi lagu ”Dari Sabang sampai Mereauke”
    2. Kegiatan inti
    - Siswa ditugasi membaca lambang/simbol pada peta
    - Menunjukkan tempat-tempat penting dalam peta
    3. Kegiatan akhir
    Menugasi anak maju membaca peta dan menunjukkan tempat-tempat penting
    di daerah kabupaten/kota, dan provinsi tempat tinggalnya
    Pertemuan 2
    1. Kegiatan awal
    - Tanya jawab tentang jumlah daerah kabupaten/kota di provinsinya
    - Guru memanfaatkan peta untuk menunjukkan daerahnya
    2. Kegiatan inti
    - Menunjukkan daerah tempat tinggalnya
    - Menunjukkan tempat ibukota daerah kabupaten/kota dan provinsinya beserta nama
    daerah ibukota tersebut
    3. Kegiatan akhir
    Secara acak guru menugasi murid untuk menunjukkan daerah tempat tinggalnya
    Pertemuan 3
    1. Kegiatan awal
    Guru menunjukkan daerah tempat tinggal anak-anak
    dan menyuruh murid mengamati peta yang ada di papan tulis
    2. Kegiatan inti
    - Guru menjelaskan langkah-langkah menggambar peta
    - Murid menggambar peta dengan menggunakan skala sederhana
    3. Kegiatan akhir
    Siswa ditugasi menggambar peta

    VI. Alat dan Sumber Bahan
    1. Alat Peraga : Peta/atlas/globe dan peralatan menggambar
    2. Sumber : Buku IPS Asy’ari kelas IV SD Erlangga halaman 1 - 10
    Buku pendamping yang relevan


    VII. Penilaian
    Tes dan nontes
    Tes
    Dalam tes ini disajikan dengan tes tulis bentuk uraian
    Sedangkan dalam nontes disajikan kinerja, penugasan, dan portofolio

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
    1. Apakah yang dimaksud legenda pada sebuah peta?
    2. Jelaskan manfaat skala dalam peta!
    3. Apa artinya skala 1 : 1.000.000 dalam suatu peta?
    4. Tulislah apa saja tempat-tempat penting yang ada di daerah tempat tinggalmu!
    5. Tulislah langkah-langkah menggambar peta!

    Nontes
    1. Kinerja : Kesungguhan anak membaca simbol/lambang dalam peta
    2. Penugasan : Menunjukkankan letak tempat-tempat penting dalam peta
    3. Portofolio : Menggambar peta Indonesia dengan diperbesar 2 kali

    Catatan:
    Untuk lebih jelasnya dalam mengembangkan penilaian ini lihat buku IPS Asy’ari kelas IV

  • Materi IPS SD Kelas IV Semester I : Peta


     
     
     
     
     
     
    i
     
    1 Votes
    Quantcast
    N K R I
    1. Pengertian Peta
    Denah dan peta  sama-sama menunjukkan tempat atau wilayah. Perbedaan antara denah dan peta terletak pada luas wilayah yang ditunjukkan. Wilayah yang ditunjukkan oleh denah sangat terbatas. Sedangkan wilayah yang ditunjukkan oleh peta sangat luas. Peta bias menunjukkan wilayah kabupaten, provinsi, negara, dan benua. Bahkan, sebuah peta bias menunjukkan wilayah seluruh dunia.
    Luas wilayah dalam peta lebih kecil dari keadaan sebenarnya. Itu berarti wilayah yang digambar dipeta diperkecil. Namun dalam memperkecil ukuran tidak boleh sembarangan. Untuk menggambar peta harus mengikuti skala atau perbandingan tertentu.
    Peta atau map adalah ganbar seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu.
    2. Unsur-unsur Peta
      1. Judul peta; judul peta menunjukkan nama peta. Contoh : peta Indonesia.
      1. Garis tepi peta; batas-batas pinggir gambar peta untuk menulis angka-angka derajat astronomis.
      2. Legenda; keterangan yang menjelaskan symbol-simbol pada peta.
      3. Simbol; gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta.
      4. Skala; perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya.
    1. 3. Mengukur Jarak Memakai Skala Sederhana
    Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya.
    Bagimana cara mengukur jarak sesungguhnya menggunakan peta? Misalnya kita akan mengukur jarak antara kota A dan kota B. skala pada peta 1 : 1.000.000. langkah-langkahnya sebagai beikut :
    1. Ambil jangka untuk mengukur. Tancapkanjarum jangka pada kota A. aturlah jangka supaya pensilnya tepat di atas kota B.
    2. Ukurlah lebar jangka menggunakan penggaris. Kamu akan mengetahui jarak antara kota A dan B di peta.
    3. Setelah diketahui jarak A dan B kita hitung jarak sesungguhnya berdasarkan skala. Misalnya, jarak A dan B adalah 5 cm. kalau skala petanya 1 : 1.000.000. berarti :
    1 cm di peta = 1.000.000 cm jarak sesungguhnya.
    1000.000. cm = 10.000 m = 10 km.
    Ini berarti 1 cm di peta mewakili 10 km jarak sesungguhnya.
    Jarak A dan B di peta 5 cm.
    Ini berarti 5 X 10 km = 50 km.
    Jadi jarak kota A dan kota B sebenarnya adalah 50 km

    materi IPS: PETA


    PETA
    Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar dengan skala
    tertentu. Manfaat peta untuk memberikan gambaran suatu wilayah.
    Jenis Peta
    Berdasarkan isinya peta dibagi menjadi 2 yaitu :
    1. Peta Umum
    peta yang memberikan ketampakan umum suatu daerah
    2. Peta Khusus (Tematik)
    Peta yang menggambarkan ketampakan khusus suatu daerah.
    Peta Umum terdiri dari :
    1. Peta Topografi
    Peta yang menggambarkan bentuk muka bumi lengkap dengan ketampakan unsur
    budaya seperti jalan, sungai dan kota.
    Umumnya berskala besar
    2. Peta Korografi
    Peta menggambarkan ketampakan yang bersifat umum pada daerah yang luas.
    Umumnya berskala sedang.
    Contohnya peta daerah kecamatan, kabupaten, kota.
    3. Peta Geografi (Dunia)
    Peta umum berskala kecil sehingga ketampakan terlihat umum atau global.
    Peta khusus terdiri dari :
    1. Peta pariwisata
    2. Peta tambang
    3. Peta kependudukan
    4. Peta iklim
    Komponen Peta
    1. Judul Peta
    Judul peta menunjukkan nama gambar peta dan letak data peta
    Contoh : Peta Propinsi Jawa Barat, artinya menggambarkan permukaan bumi Jawa Barat
    2. Skala
    Skala adalah perbandingan jarak yang terdapat pada peta dengan jarak
    sesungguhnya.
    Skala di bagi 2 yaitu :
    1) Skala Angka, skala yang ditulis dengan angka
    Contoh : 1 : 100.000 atau 1/100.000
    Artinya : setiap 1 cm jarak pada peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
    2) Skala Garis (tongkat), skala yang ditulis berupa garis lurus yang
    terbagi dalam beberapa bagian yang sama besarnya.
    Contoh :
    0 5 10 15 20 25 30 km
    0 1 2 3 4 5 6 cm
    Artinya : tiap jarak 6 cm pada peta sama dengan 30 km jarak sebenarnya.
    Jika ditulis dengan skala angka menjadi 6 cm : 30 km = 1 : 500.000
    3. Mata Angin
    Pada peta arah utara selalu menunjuk ke atas.
    Bentuk mata angin yang terdapat pada peta antara lain :
    U U U
    4. Legenda
    Legenda berisi simbol-simbol sebagai tanda suatu tempat pada peta seperti
    gunung, kota, jalan, sungai, dsb.
    Contoh :
    (Sumber gambar : modul online geografi)
    5. Garis Astronomi
    Garis astronomi terdiri dari garis lintang dan garis bujur.
    Garis astronomi berguna untuk mengetahui letak suatu tempat.
    Contoh : Indonesia terletak di 6°LU sampai 11°LS dan 95° BT – 141°BT
    Garis Lintang
    Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi sejajar dengan garis
    khatulistiwa.
    Garis lintang terdapat di utara dan selatan.
    Garis lintang 0° adalah garis yang melintang di tengah-tengah bumi.
    Garis lintang 0° disebut garis khatulistiwa.
    Garis khatulistiwa adalah garis khayal keliling bumi yang menjadi bumi menjadi
    dua belahan sama besar.
    Garis lintang yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa disebut garis
    lintang utara (LU).
    Garis lintang yang terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa disebut garis
    lintang selatan (LS).
    Garis Bujur
    Garis bujur adalah garis khayal yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan.
    Garis bujur ada 2 macam yaitu garis bujur timur (BT) dan garis bujur barat (BB)
    ATLAS
    Atlas adalah buku yang berisi peta bumi.
    Contoh :
    Atlas dunia berisi peta berbagai benua dan negara di dunia
    Atlas Indonesia berisi peta berbagai pulau dan propinsi di Indonesia
    Di dalam atlas terdapat :
    1. Daftar Isi
    Berisi daftar isi atlas termasuk judul peta.
    Disusun secra urut dari halaman depan sampai belakang.
    Fungsinya untuk memudahkan dalam mencari halaman peta yang dikehendaki.
    2. Indeks
    Indeks adalah nama tempat atau kota untuk membantu pembaca peta dalam
    mencari tempat di dalam atlas.
    Contoh :
    Kita ingin mencari kota Palembang dalam atlas. Cari dalam indeks P. Di dalam
    indeks tercantum tulisan P 17 A5 artinya Palembang terletak pada blok halaman
    17. Kode A menunjukkan lajur bujur, dan kode angka 5 menunjukkan lajur
    lintang.
    SIMBOL PADA PETA
    Simbol pada peta adalah gambar yang menujukkan unsur dari permukaan bumi.
    Macam-macam simbol :
    1. Simbol Titik
    Dibedakan menjadi :
    a. Simbol Gambar
    Simbol gambar adalah simbol yang dilukiskan dalam betduk gambar.
    Wujudnya mirip dengan yang digambarkan
    Contoh :
    Bandara Pelabuhan
    b. Simbol Geometrik
    Simbol geometrik adalah simbol pada peta yang dilukiskan dalam bentuk
    gambar bangun matematika.
    Contoh :
    : ibu kota negara
    : ibu kota propinsi
    : ibu kota kabupaten
    : kota-kota lainnya
    : gunung api aktif
    : gunung api tidak aktif
    c. Simbol Huruf
    Simbol huruf adalah simbol dalam bentuk huruf atau singkatan kata.
    Contoh :
    P = pulau
    Kep. = kepulauan
    Peg. = pegunungan
    Sel. = selat
    Tel. = teluk
    Tg. = tanjung
    2. Simbol Garis
    Simbol garis digunakan untuk menggambarkan ketampakan alam yang
    memanjang.
    Contoh :
    : jalan raya
    : sungai
    : rel kereta api
    ++++++++++++++++ : batas negara
    : batas propinsi
    3. Simbol Wilayah
    Simbol wilayah digunakan untuk menggambarkan ketampakan alam yang luas.
    Contoh :
    : sawah
    v v v v v v v v
    v v v v v v v v
    4. Warna
    Tiap warna dalam peta memiliki arti yaitu :
    1. Hijau, dataran rendah
    2. Kuning, dataran tinggi
    3. Coklat, pegunungan
    4. Putih, puncak gunung bersalju
    5. Biru, perairan (laut, danau, teluk dll)
    6. Merah/Hitam, hasil usaha manusia (jalan raya, rel kereta api dll)
    MENGGAMBAR PETA
    Ada 2 teknik menggambar peta yaitu :
    1. Menjiplak, menempel kertas kosong pada gambar peta yang akan dijiplak.
    Siapkan bahan yang digunakah yaitu :
    1) Peta yang akan digambar
    2) Kertas tembus pandang (kalkir)
    3) Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus)
    Tempel kertas tembus pandang pada peta.
    Beri selotip pada ujung peta agar kertas tidak bergerak.
    Gambar peta dengan cara menjiplak.
    Beri simbol-simbol penting.
    Beri warna sesuai warna peta.
    2. Menggunakan Petak-Petak
    Siapkan bahan yang digunakan yaitu :
    1) Peta yang akan digambar
    2) Kertas gambar
    3) Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus, penggaris)
    Buat garis-garis melintang dan membujur yang membentuk petak-petak persegi
    pada peta.
    Buatlah garis-garis melintang dan membujur yang sama dengan garis peta pada
    kertas gambar.
    Gambarlah peta sesuai gambar peta contoh dengan berpedoman pada petak-petak
    yang sudah dibuat.
    GLOBE
    Globe adalah tiruan bola bumi dalam ukuran kecil.
    Kedudukan globe tidak lurus tetapi miring 66,5° sesuai kemiringan
    bola bumi pada garis orbit.
    Fungsi globe :
    1. Menunjukkan bumi berbentuk bulat
    2. Menunjukkan gambar permukaan bumi
    3. Menunjukkan gamar garis lintang dan bujur
    4. Memperagakan gerakan rotasi bumi
    5. Memperagakan terjadinya siang dan malam

    Materi Ips kelas VI SD (Mengenal Peta)


    November 1, 2011 8:04 pm
    Kompetensi dasar : Mengenal macam-macam peta.
    Mengetahui pengertian peta.
    Indikator : Siswa dapat mengetahui penggunaan peta.
    Mengenal Peta Lingkungan Setempat.
    Pendahuluan
    Apa yang kita butuhkan agar tidak tersesat di jalan? Agar tidak tersesat kita butuh peta. Pernahkah kalian melihat peta? Di sekolahmu tentunya terdapat peta yang dipajang di dinding. Biasanya di kantor-kantor juga dipajang sebuah peta. Dengan adanya peta kita bisa melihat gambaran suatu wilayah dengan mudah. Untuk melihat seluruh wilayah, kita tidak perlu bersusah payah naik ke atas gunung atau naik pesawat. Pada peta telah tergambar dengan lengkap jalan, gunung, sungai dan semua obyek yang ada di wilayah tersebut. Dengan
    membawa peta kita juga bisa kemana-mana tanpa takut tersesat.
    Pada bab pertama ini kamu akan mempelajari peta lingkungan setempat.
    Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:
    1. Membaca peta lingkungan setempat.
    2. Menggambar peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala
    sederhana.
    3. Menghitung jarak tempat dengan menggunakan skala.
    4. Memperbesar dan memperkecil peta dengan bantuan garis-garis
    koordinat.
    A. Pengertian peta
    Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi
    dengan perbandingan tertentu. Di kelas tiga kamu sudah belajar tentang
    denah. Peta tak ubahnya seperti denah. Perbedaannya adalah peta
    menggambarkan tempat yang lebih luas. Selain itu peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu. Perbandingan inilah yang disebut dengan skala.Skala mempunyai arti perbandingan jarak pada peta dengan jarak
    sebenarnya di permukaan bumi. Peta dibuat dengan skala tertentu supaya
    dapat menggambarkan keadaan di permukaan bumi dengan ukuran yang
    tepat.Pada peta untuk menggambarkan obyek alam atau buatan yang ada di permukaan bumi digunakan simbol.
    Bagaimana peta dibuat?
    Pada jaman dahulu orang mengembara tanpa arah tujuan. Saat itu
    manusia belum mengenal semua bagian bumi. Para ilmuwan mengembara
    ke berbagai tempat. Mereka mencoba menggambar rute perjalanan
    mereka menjadi peta sederhana. Ketika peralatan semakin canggih, para
    ilmuwan bisa memotret bumi dari atas dengan mudah. Selain dengan
    pesawat, satelit juga bisa digunakan untuk memotret. Dari potret itu
    dibuatlah peta. Jalan, gang dan daerah kecil yang sulit tertangkap oleh kamera dari pesawat terbang, dicatat dan diukur langsung oleh petugas langsung di lapangan.
    Permukaan bumi yang bulat bisa digambarkan di atas kertas yang
    datar. Untuk melakukannya diperlukan proyeksi, yaitu memperkirakan jarak,arah, dan bentuk. Dari semua cara tadi, akhirnya
    diperoleh sebuah peta yang lengkap. Ada nama jalan,
    sungai, gunung, termasuk juga ketinggian dan
    kedalaman suatu tempat.Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas. Ada
    pula peta yang dibuat di permukaan bulat yang disebut
    globe. Globe disebut juga dengan bola dunia.
    Jenis Peta
    Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta dibedakan menjadi 2 yaitu :
    1. Peta Umum
    Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum
    merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah.
    Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam
    dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di sekolah, untuk kepentingan kantor dan wisata.
    Peta Khusus
    Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data
    tertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik.
    Contoh peta khusus adalah:
    a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
    b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
    c. Peta Cuaca di Indonesia.
    Komponen Peta.
    Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami.
    Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen
    peta antara lain sebagai berikut:
    1. Judul peta
    Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau
    gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan
    isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.
    2. Legenda
    Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau
    simbol-simbol beserta artinya. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta.
    3. Skala
    Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta
    dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000.
    Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2
    km jarak sebenarnya.
    4. Simbol
    Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan
    obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat
    yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.
    5. Mata angin
    Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin.
    Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke
    arah utara. Mata angin sangat penting keberadaany supaya tidak terjadi
    kekeliruan arah.
    6. Garis astronomis
    Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi.
    Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.
    7. Garis tepi
    Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta
    untuk menunjukkan batas peta tersebut.
    8. Tahun pembuatan peta
    Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari
    tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau
    5. Mata angin
    Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin.
    Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke
    arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.
    6. Garis astronomis
    Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi.
    Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.
    7. Garis tepi
    Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta
    untuk menunjukkan batas peta tersebut.
    8. Tahun pembuatan peta
    Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari
    tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau
    tidak digunakan saat ini.
    9. Inset peta
    Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena
    letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset peta disebut juga peta sisipan.
    10. Tata warna
    Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan
    obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan
    dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.
    Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta
    Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa peta harus
    dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan
    perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta
    ada 2 macam yaitu:
    1. Skala angka
    Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan
    angka. Misalnya :
    Skala 1 : 500.000 atau 500.000
    Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada
    keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada
    keadaan sebenarnya di bumi.
    2. Skala garis
    Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk
    menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di
    bumi. Misalnya :
    0 50 100 150 200 km jarak sebenarnya
    0 1 2 3 4 cm jarak pada peta
    Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis
    menunjukkan jarak sebenarnya.
    Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala
    yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah
    sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1 :5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak
    sebenarnya.
    Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung
    jarak suatu tempat. Bagaimana caranya? Perhatikan contoh berikut !
    Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.
    Comments are closed.