Selasa, 17 Januari 2012

Kenampakan Alam dan Sosial Budaya


Posted by on Oktober 26, 2011
Kompetensi Dasar
Mengenal kenampakan alam dan hubungannya dengan keragaman sosial budaya
Indikator
mendeskripsikan kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.
menjelaskan hubungan kenampakan alam dengan keragaman sosial budaya


A. Kenampakan Alam
1. Wilayah Daratan
Amatilah lingkungan tempat tinggalmu! Termasuk pada daerah yang datar, rendah, atau
tinggi? Setelah kita amati lingkungan tempat tinggal kita tentunya tidaklah sama. Permukaan
bumi kita terdiri atas wilayah daratan dan perairan. Wilayah daratan meliputi gunung,
pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Wilayah perairan meliputi laut,
sungai, dan danau.
Bentangan alam berupa daratan dan perairan disebut kenampakan alam.
Negara Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan. Jumlah pulau di negara kita
sekitar 18.810. Pulau merupakan suatu wilayah daratan yang luas. Satu pulau dengan pulau
yang lain dihubungkan dengan laut ataupun selat.
a. Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra dihubungkan Selat Sunda.
b. Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi dihubungkan Selat Makasar.
c. Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan dihubungkan Selat Karimata.
d. Pulau Jawa dan Pulau Bali dihubungkan Selat Bali.
Jenis-jenis bentuk daratan di Indonesia, antara lain.
a. Dataran rendah
Dataran rendah adalah wilayah yang memiliki ketinggian 0–200 m di atas permukaan
laut. Dataran rendah merupakan wilayah yang paling diminati oleh manusia. Hal ini dikarenakan
wilayahnya yang mudah dijangkau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan manusia untuk
kegiatan pertanian, perumahan dan sebagainya.
b. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah yang memiliki ketinggian lebih dari 200 m di atas
permukaan laut. Dataran tinggi biasanya memiliki udara yang sejuk. Pada wilayah dataran
tinggi juga banyak dilakukan aktivitas pertanian. Pertanian yang ditanam berupa teh, kopi,
sayur-sayuran dan buah-buahan.
c. Gunung
Gunung adalah daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Gunung terdiri atas
gunung mati dan berapi. Gunung yang ada di Indonesia sangat bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Hal ini dikarenakan pada wilayah sekitar gunung api merupakan wilayah yang subur
Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dari gunung berapi, yaitu
1) Menghasilkan barang tambang.
2) Sebagai objek pariwisata.
3) Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian,
4) dan lain-lain.
d. Pegunungan
Pegunungan adalah daerah berbukit-bukit yang memanjang. Pegunungan mempunyai
ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan laut. Wilayah pegunungan yang ada di
Indonesia cukup banyak. Umumnya wilayah pegunungan digunakan untuk tempat rekreasi.
Hal ini karena pegunungan memiliki udara yang sejuk. Di samping itu juga banyak dilakukan
kegiatan pertanian dan perkebunan.
e. Dataran pantai
Dataran pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Indonesia merupakan negara
kepulauan. Hal ini menyebabkan Indonesia banyak memiliki pantai.
Pantai yang ada di Indonesia dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Adapun wisata yang
datang berasal dari dalam maupun luar negeri. Wilayah pantai dianggap sebagai wilayah
yang memiliki daya tarik. Pernahkah kalian ke pantai?
f. Tanjung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Tanjung yang ada di Indonesia jumlahnya
cukup banyak. Wilayah tanjung dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
2. Wilayah Perairan
Wilayah perairan Indonesia lebih luas dibandingkan daratan. Pulau-pulau yang ada di
Indonesia dikelilingi oleh perairan.
Jenis-jenis bentuk perairan di Indonesia, antara lain.
a. Laut
Pernahkah kalian pergi ke laut? Bagaimana perasaan kalian? Laut adalah perairan
yang sangat luas dan dalam. Air laut terasa asin karena mengandung garam. Laut yang ada
di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu laut dangkal dan dalam. Laut dapat menghasilkan
ikan, rumput laut, dan sebagainya.
Laut yang ada di Indonesia memiliki daya tarik.
Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wisatawan yang
datang ke laut.
Bagian-bagian dari laut adalah sebagai berikut.
1) Selat
Selat adalah laut sempit yang terletak di antara dua pulau. Indonesia banyak memiliki
selat. Selat-selat tersebut menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya.
2) Teluk
Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan. Pada umumnya teluk ini digemari oleh
wisatawan. Oleh wisatawan teluk menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.
b. Sungai
Sungai adalah air yang mengalir di daratan. Air sungai mengalir dari hulu menuju hilir.
Sumber air sungai berasal dari mata air, air hujan, dan campuran. Jenis sungai ada yang
besar serta panjang dan sempit serta pendek.
Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya untuk irigasi sawah,
pertanian, budidaya ikan dengan keramba, objek pariwisata, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga
Air) bahkan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan).
Sungai yang besar dan panjang dimanfaatkan untuk pelayaran, lalu lintas kapal dan
sebagainya. Sungai ini banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan. Sungai yang ada di
Pulau Jawa berupa sungai kecil dan pendek. Sungai di Jawa dimanfaatkan sebagai
pengairan lahan pertanian, dan pembangkit listrik.
c. Danau
Danau merupakan cekungan berisi air yang luas. Danau biasanya dikelilingi oleh dataran.
Danau ada dua, yaitu dibuat oleh manusia dan terbentuk oleh alam. Danau yang dibuat
manusia disebut danau buatan. Adapun danau yang terbentuk oleh alam disebut danau alami.
Danau memiliki ukuran yang besar dan kecil. Danau dapat dimanfaatkan untuk rekreasi,
pengairan, dan sebagainya. Apakah kalian pernah melihat danau? Apa yang membedakan
danau dengan sungai?
B.Sosial Budaya
Manusia merupakan makhluk sosial. Untuk itu, manusia selalu berhubungan dengan
sesama. Manusia harus mampu menyesuaikan diri (adaptasi) di lingkungannya. Khususnya
di lingkungan tempat tinggalnya.
Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam. Setiap budaya memiliki kekhasan.
Sebagai generasi penerus kalian harus melestarikan kebudayaan. Keragaman budaya yang
ada di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut.
Suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Nama bahasa diambil
dari nama suku bangsa tersebut. Misalnya, suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Suku
bangsa di Indonesia umumnya menggunakan dua bahasa. Bahasa yang digunakan adalah
bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia digunakan untuk mempermudah
komunikasi.
Adat istiadat masing-masing suku bangsa berbeda-beda. Adat istiadat setiap suku
bangsa dipertahankan. Adat istiadat tersebut berupa upacara pernikahan, kelahiran, kematian
dan sebagainya. Sebagai contoh pada masyarakat Bali terdapat upacara Ngaben. Ngaben
adalah acara pembakaran mayat di Bali bagi masyarakat beragama Hindu.
Pakaian daerah menggambarkan keanekaragaman budaya
Indonesia. Indonesia memiliki 33 provinsi. Pakaian adat tiap provinsi berbeda-beda. Selain itu, pakaian adat setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan. Pakaian adat umumnya digunakan pada upacara adat.
Bentuk-bentuk kesenian daerah di Indonesia cukup beragam.
Kesenian tersebut seni tari, seni musik, lagu-lagu daerah, dan lain-lain. Masing-masing provinsi memiliki keunikan ragam kesenian.
C. Peristiwa Alam dan Pengaruhnya Terhadap
Kehidupan Sosial
Peristiwa alam sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa alam ada yang
merugikan dan menguntungkan. Peristiwa alam atau yang telah dikenal dengan bencana
alam. Peristiwa alam yang terjadi memengaruhi kehidupan sosial. Peristiwa bukan hanya
berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Akan tetapi, peristiwa alam juga berpengaruh
terhadap lingkungan alam. Peristiwa-peristiwa alam yang berpengaruh terhadap kehidupan
sosial, antara lain
a. Banjir
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi pada musim hujan. Faktor penyebab banjir
karena alam dan ulah manusia. Banjir karena faktor alam berupa curah hujan yang tinggi.
Banjir karena faktor manusia berupa membuang sampah sembarangan, penebangan pohon,
dan sebagainya.
Peristiwa banjir berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Contohnya rumah-rumah
banyak terendam, menimbulkan penyakit, bahkan kadang menimbulkan korban jiwa. Selain
itu, aktivitas masyarakat akan lumpuh jika banjir tidak surut.
b. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi.
Gempa bumi sering terjadi di Indonesia. Kekuatan getaran gempa bumi diukur dengan skala Ritcher
Gempa bumi di bagi menjadi dua jenis, yaitu
1) Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena pergeseran lapisan permukaan bumi.
Gempa ini dapat terjadi di daratan dan laut.
2) Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi di sekitar gunung api yang akan meletus.
Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut.
Gempa bumi berkekuatan lemah biasanya tidak menimbulkan banyak kerugian. Lain
halnya dengan gempa bumi berkekuatan besar. Seringkali dapat menimbulkan kerugian.
Seperti kehilangan tempat tinggal, korban jiwa dan sebagainya.
Gempa yang terjadi di laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.
c. Gunung meletus
Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki gunung api. Gunung api di Indonesia
tersebar di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hanya Kalimantan
yang tidak memiliki gunung api.
Gunung api menimbulkan bahaya. Seperti awan panas, hujan abu, banjir lahar, dan
sebagainya. Selain itu, gunung api juga mendatangkan manfaat. Manfaatnya adalah tanah
menjadi subur. Kesuburan tanah tersebut digunakan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
d. Tanah longsor
Tanah longsor sering terjadi pada musim hujan. Akhir-akhir ini, wilayah-wilayah di Indonesia
sering mengalami tanah longsor. Faktor penyebabnya berupa penebangan hutan secara
liar. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi gundul. Tanah yang gundul pada saat hujan mudah
longsor. Adapun penyebabnya tanaman yang berfungsi sebagai penyerap air sudah tidak ada.
Tanah longsor yang terjadi dapat menimbulkan kerugian. Kerugian yang dirasakan
masyarakat berupa korban jiwa, harta benda, dan sebagainya. Tanah longsor banyak terjadi pada daerah yang berlereng.

Perkembangan Teknologi Transportasi


Ingatlah kembali perjalananmu sewaktu berangkat ke sekolah. Adakah di antara kamu yang naik sepeda? Ataukah kamu diantar naik sepeda motor atau mobil? Ya, itu berarti kamu telah menggunakan alat transportasi. Tahukah kamu arti transportasi? Transportasi adalah sarana perhubungan yang dapat membawa dan memudahkan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Dahulu kala sekitar 5.000 tahun Sebelum Masehi, manusia menggunakan hewan untuk mengangkut barang. Kemudian ketika ditemukan gerobak dan kapal, manusia mulai lebih mudah mengangkut barang ke tempat yang lebih jauh.
Seiring perkembangannya, pada akhir abad ke-18 para ilmuwan berhasil menciptakan kendaraan bermesin pertama. Penemuan ini menandai awal perubahan transportasi yang berlanjut sampai sekarang. Kini, untuk menempuh jarak yang jauh sekalipun bukan masalah. Teknologi transportasi yang berkembang telah membantu dalam memindahkan orang dan barang dengan waktu yang cepat dan mudah. Alat transportasi di Indonesia berdasarkan jenisnya, dibedakan menjadi sebagai berikut.
1. Transportasi Darat
Transportasi darat adalah sarana pengangkutan yang menghubungkan dua tempat yang berjauhan melalui darat. Pada masa lalu alat transportasi darat misalnya kuda, keledai, gajah, dan kerbau. Untuk masa sekarang alat transportasi darat dibagi menjadi dua. Ada transportasi yang tidak menggunakan tenaga mesin. Misalnya becak, pedati, dokar, bendi, dan sepeda. ada pula yang menggunakan tenaga mesin. Misalnya sepeda motor, bis, mobil, dan kereta. Transportasi darat harus didukung sarana yang baik. Sarana pendukungnya antara lain sebagai berikut.
a. Jalan merupakan sarana penghubung dari satu kota ke kota yang lain. Oleh karena jumlah kendaraan dan pengguna jalan semakin banyak, jalanan juga semakin macet. Akhirnya pemerintah membangun jalan tol dan jembatan layang di kotakota besar. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan.
b. Terminal merupakan tempat pemberhentian bis yang terdapat di kota-kota dati II.
c. Stasiun merupakan tempat pemberhentian kereta api. Pemerintah juga membangun prasarana seperti rel, palang pintu kereta api, dan lain-lain. Kereta api adalah angkutan darat paling murah yang banyak diminati masyarakat.
2. Transportasi Udara
Di Indonesia, sarana transportasi udara mengalami kemajuan pesat. Setiap ibu kota provinsi sudah memiliki bandar udara. Bahkan beberapa kota terpencil sudah ada yang memiliki bandar udara. Penerbangan sudah menjangkau daerah-daerah terpencil. Penerbangan ini disebut penerbangan perintis. Perhubungan udara sudah digunakan sejak ditemukannya balon gas. Pada waktu itu, balon gas hanya mampu mengangkut tiga sampai empat orang. Kelemahannya waktu tempuh perjalanannya lambat. Seiring perkembangan teknologi, manusia menciptakan alat transportasi modern yang lebih cepat. Releigh dan Wright bersaudara, seorang ahli dari Amerika mengawali kemajuan teknologi transportasi udara. Mereka berhasil membuat kapal terbang sederhana. Kemajuan ini diikuti para ahli yang lain. Kini masyarakat dapat memanfaatkan alat transportasi udara yang lebih cepat.
Transportasi udara meliputi angkutan udara sipil dan angkutan militer. Angkutan udara militer digunakan untuk kepentingan pertahanan negara, misalnya pesawat tempur. Adapun angkutan sipil digunakan untuk angkutan penumpang dan barang, misalnya mengangkut jamaah haji. Angkutan udara di negara kita dikelola oleh pemerintah yaitu PT Angkasa Pura,selain itu juga dikelola oleh pihak swasta.
3. Transportasi Laut
Alat transportasi laut pada masa lalu masih menggunakan rakit, perahu dayung, dan perahu layar. Seiring kemajuan teknologi, kini angkutan laut mampu menjangkau pulaupulau dan lautan yang luas. Alat transportasi laut sekarang berupa kapal, baik berukuran kecil maupun besar. Kapal laut menurut kegunaannya dapat dibedakan menjadi kapal khusus angkutan barang dan kapal angkutan penumpang.
a. Kapal Angkutan Penumpang
Contoh kapal angkutan penumpang adalah feri, yaitu kapal penyeberangan selat. Selain itu, speedboad dan kapal pesiar.
b. Kapal Angkutan Barang
Contohnya kapal kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang-barang kiriman atau dagangan, baik dalam negeri (antarpulau) dan ke luar negeri. Contoh lain adalah kapal tanker yaitu kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dan gas. Perusahaan yang mengelola transportasi laut, antara lain PT Pelni, PT Jakarta Lloyd, PT Gesuri Lloyd, dan lain-lain. Untuk mengangkut prasarana angkutan laut, pemerintah membangun dan memperbaiki pelabuhan-pelabuhan.
Sumber :
Saptiarso, Eko Setiawan, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 4 : untuk SD dan MI Kelas IV, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 191 – 195.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RPP IPS KELAS IV SD (Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan Kabupaten atau Kota dan Propinsi)




  • Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial

    Kelas/Semester : IV/1

    Pertemuan Ke- : 1 ( Satu )

    Alokasi Waktu : 2x 35 Menit
    Standar Kompetensi : Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan  Kabupaten atau Kota dan Propinsi.
    Kompetensi Dasar : Menunjukkan jenis dan persebaran Sumber Daya Alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat.

    Indikator : 1. Menyebutkan jenis-jenis Sumber Daya Alam di lingkungan setempat.

    2. Menyebutkan daerah penghasil dan manfaat

    jenis-jenis Sumber Daya Alam.

    3. Menganalisis hubungan antara keberadaan Sumber

    Daya Alam dengan keadaan ekonomi masyarakat

    disekitarnya.


    I. Tujuan Pembelajaran

    1. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis Sumber Daya Alam di lingkungan setempat.

    2. Siswa dapat menyebutkan daerah penghasil dan manfaat jenis-jenis Sumber Daya Alam.

    3. Siswa dapat mengetahui hubungan antara keberadaan Sumber Daya Alam

    dengan keadaan ekonomi masyarakat disekitarnya.


    II. Materi Pokok

    Sumber Daya Alam


    III. Metode Pembelajaran

    Cooperative Learning dengan Numbered Head Together



    IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

    v Kegiatan Awal

    · Salam pembuka

    · Do’a

    · Presensi

    · Apersepsi:

    · Guru mengenalkan kembali daerah sekitar tempat tinggal yaitu Kabupaten dan Propinsi.

    · Siswa menyebutkan kekayaan alam yang diketahuinya.

    · Guru menunjukkan contoh gambar kekayaan alam melalui presentasi powerpoint dengan layar LCD.


    v Kegiatan Inti

    · Guru memberikan gambaran materi yang akan dibahas.

    · Guru memberikan beberapa penjelasan tentang SDA (Macam, Jenis, Manfaat, Daerah persebaran & kaitannya dengan kegiatan ekonomi).

    · Siswa bermain tebak gambar melalui powerpoint (Macam-macam SDA) dan dijodohkan dengan tempat penghasilnya (Kabupaten Blitar).

    · Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa.

    · Setiap kelompok mempunyai nama yang berbeda dengan kelompok lain, misalnya : kelompok A, B, C, dan D.

    · Setiap siswa dalam kelompok tersebut mendapat nomor 1 sampai 4, demikian juga dengan kelompok lain.

    · Guru menyiapkan pertanyaan berdasarkan nomor siswa yaitu pertanyaan yang bernomor 1 sampai 4.

    · Siswa diberi pertanyaan oleh guru, siswa menjawab pertanyaan berdasarkan nomor yang ditunjuk guru.

    · Siswa yang lain memperhatikan dan boleh memberi tanggapan atas jawaban yang telah diajukan.

    · Demikian dilakukan seterusnya.

    · Guru memberikan tugas sebagai bahan diskusi untuk masing-masing kelompok.

    · Setiap siswa mengerjakannya dengan berdiskusi dengan teman satu kelompok.

    · Anggota kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan seluruh anggota kelompok bisa mengerjakannya.

    · Guru memanggil salah satu nomor siswa secara bergiliran.

    · Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan jawabannya melalui presentasi powerpoint (hasil diskusi kelompok mereka).



    v Kegiatan Akhir

    · Refleksi

    · Pemberian tugas rumah ( mencari di internet contoh-contoh jenis Sumber Daya Alam yang mulai punah beserta penyebabnya ) sebagai bahan pengayaan. Dan mengirimkan hasil kerjanya melalui e-mail kepada guru.

    · Do’a

    · Salam penutup

    V. Alat / Bahan / Sumber Belajar

    v Peta Kabupaten Blitar

    v Gambar-gambar Sumber Daya Alam di Kabupaten Blitar

    v Kartu-kartu pertanyaan

    VI. Penilaian

    v Penilaian proses ( format terlampir )

    v Penilaian hasil belajar ( format terlampir )

    v Penilaian hasil karya ( format terlampir )

    VII. Lampiran-Lampiran

    v Lampiran I Rangkuman Materi

    v Lampiran II Soal Tanya Jawab

    v Lampiran III Format Penilaian

    v Lampiran IV Saran dan Kritik
    SUMBER : SAHAKA.MUTIPLY.COM